Skip to main content

Kasih Sayang, Dambaan Setiap Orang

Kehidupan tanpa kasih sayang itu ibarat sayur tanpa garam. Tapi, kasih sayang tidak pada tempatnya dalam kehidupan itu ibarat sayur disiram racun :D 

Begitulah kata yang ingin didamba oleh siapapun. Maka pastikan kasih sayangmu itu tidak salah alamat apalagi salah tempat. Mari kita ingat lagi ayat yang pernah terngiang saat prosesi ijab kabul.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

Firman Allah QS Ar Ruum ayat 21 di atas merupakan informasi kepada kita mengenai salah satu kebesaran Allah, yaitu diciptakannya manusia secara jenis kelamin berpasang-pasangan dengan tujuan agar membentuk keluarga SAKINAH. Sedangkan modal yang Allah berikan untuk mewujudkan cita-cita tersebut adalah MAWADDAH WARAHMAH.

Menurut Ibnu Abbas dalam Tanwirul Miqbas yang dimaksud MAWADDAH adalah cintanya seorang suami terhadap istrinya. Sedangakan yang dimaksud dengan RAHMAH adalah kasih sayang suami karena takut menimpa keburukan terhadapnya. 

Dengan demikian antara suami dan istri saling mengisi dan melengkapi. Ada yang menggenapkan syukur juga sabar di saat bersamaan. Ada cinta juga rindu yang selalu menggelayut diantaranya.

Inilah yang dinamakan kemitrasejajaran antara suami dan istri yang bisa merekat keluarga akan semakin HARMONI. Selaras sejalan beriringan bernafaskan CINTA yang tak pernah mati. Tentu cinta hanya karena-Nya semata.

Semoga Allah limpahkan BAHAGIA dan KASIH SAYANG pada panjenengan semua. Semakin banyak waktu di rumah, saatnya menambah CINTA, saatnya menyempurnakan BAHAGIA. Bersama membangun ASA agar kelak Allah hadirkan nikmatnya SURGA untuk keluarga kita semua.

Comments

Popular posts from this blog

Teman Sejati

Selama ini ku mencari cari teman yang sejati buat menenami perjuangan suci Bersyukur kini padamu Illahi, teman yang dicari selama ini telah kutemui Dengannya disisi, perjuangan ini senang diharungi, bertambah murni kasih Illahi Kepadamu Allah kupanjatkan do’a, agar berkekalan kasih sayang kita Kepadamu teman kupohon soskongan, pengorbanan dan pengertian Tlah kuungkapkan segala-galanya, itulah tandanya kejujuran kita (Syair Nasyid “Teman Sejati”-Brothers) Saya sangat ingat betul dengan lirik lagu ini, karena pada saat booming album “brothers” ini, kami bersepeluh orang dari FSLDK melakukan perjalanan Jakarta-Padang PP. Dan sepanjang perjalanan itu yang berkumandang di mobil hanya kaset milik Mas Brothers ini. Dan hitsnya adalah ”Teman Sejati” ini. Teman dan sahabat sangat dibutuhkan manusia. Senyum saja andaikata tidak dengan temannya, bisa disangka yang tidak-tidak bahkan barangkali ada yang nyelethuk ”gila kali”. Dengan teman dan sahabat, tidak hanya senyum yang dapat kita l...

Sharing Dengan Mahasiswa

Pekan ini, ada dua kampus yang harus saya kunjungi untuk memenuhi undangan organisasi kemahasiswaan dalam rangka pelatihan mahasiswa. Yang pertama adalah Sabtu kemarin saya bertandang ke almamater Kampus ITS , untuk memberikan sharing di acara PSI 2 (Program Studi Islam 2) yaitu pelatihan yang diperuntukkan bagi calon middle manager di JMMI (Jama’ah Masjid Manarul ‘Ilmi) ITS Surabaya. Ada pemandangan yang berbeda ketika saya mulai memasuki area kampus ITS terutama disekitar rektorat dan perpustakaan (tempat acara PSI 2 berlangsung). Tidak biasanya hari libur, mahasiswa mau bersusah payah ke kampus, tapi siang itu terlihat kelompok-kelompok mahasiswa dengan ditemani notebook-nya masing-masing. Ya wajar saja, ITS sudah menyediakan hotspot di beberapa titik di area kampus, sehingga mahasiswa begitu keranjingan untuk datang ke kampus menikmati fasilitas internet tadi. Kembali ke PSI 2, saya diminta menyampaikan materi dengan tema Manajemen Organisasi & Optimalisasi Peran Ma...

[ #IsomanStory ] Bismillah, Akhirnya Alumni Covid-19

Akhirnya Covid-19 mampir ke tubuh saya selama 23 hari. Dan alhamdulillah di hari ke-23 bertepatan dengan Idul Adha, Selasa 20 Juli 2021, SWAB PCR sudah menunjukkan hasil NEGATIF.  Alhamdulillah, syukur kepada Allah SWT yang masih berkenenan memberikan kesempatan kedua kepada saya. Koq lama 23 hari? Di hari ke-15 sebenarnya SWAB dan hasilnya masih positif dengan CT 24. Makanya dianjurkan isoman lagi dan test berikutnya sekalian bareng tuntasnya isoman istri yang terpapar juga. Gejala awalnya, tanggal 28 dan 29 juni 2021, badan demam, pusing, lemas dan maunya tidur terus. Tanggal 29 swab anti gen mandiri dan hasilnya positif covid-19. Kemudian dikonfirmasi tanggal 30 juni 2021 dengan Test SWAB PCR dan takdirnya hasilnya POSITIF juga. Gejala berikutnya, seperti flu, berdahak, berkurangnya indra penciuman, nafas terasa pendek, cenderung lemas dan yang paling tidak saya suka yaitu ndak mau makan. Sudah dicoba berbagai menu paling pol hanya 4 sendok saja, kalau diteruskan bis...