Skip to main content

Posts

Cermin Pemimpin Adil, Demi Kesejahteraan Bersama

Zaman khalifah Umar bin Khattab, ada Gubernurnya di Syam yang begitu "takutnya" pada harta. Sampai-sampai petugas Baitul Maal merekomendasikan beliau sebagai mustahik.  Sang Gubernur sangat dicintai rakyatnya. Umar bin Khattab pun membawakan 2 kantong yang berisi masing-masing seribu dinar. Satu kantong untuk fakir miskin di wilayah Syam dan satu kantong lagi untuk sang Gubernur. Ketika utusan menyampaikan amanah Khalifah, sang Gubernur menangis dan berucap, "innalillahi wa inna ilaihi raji'un". Sang istri yang ada di dapur terkejut dan bertanya, "ada apakah, apa Khalifah wafat?". "Ini lebih dahsyat daripada wafatnya Khalifah", jawab sang Gubernur. Dan seketika beliau memerintahkan kepada petugas Baitul Maal untuk membagikan seribu dinar yang sebenarnya haknya pribadi itu kepada fakir miski. Di lain waktu, Khalifah melakukan safari ke wilayah Syam. Ditemui rakyat dan gubernurnya. Khalifah bertanya kepada rakyat Syam, "Apakah
Recent posts

Rumeli Hisari, Gerbang Penaklukan Konstatinopel

Selat Bosphorus itu adalah kunci kekuatan Konstatinopel. Hampir semua bantuan datang melalui selat ini. Hal ini terjadi sejak penaklukan Konstatinopel pertama kalinya sampai Sultan Beyazid I, ayah dari Muhammad Al Fatih. Karenanya Sultan Beyazid I membuat benteng di tepian Selat Bosphorus dekat Laut Hitam (Balck Sea), sebagai upaya pencegahan datangnya pasukan bantuan ke Konstatinopel. Benteng setinggi 25 meter ini kemudian disebut dengan Anadolu Hisari (Anatolia Fortress) atau Benteng Anatolia atau Benteng Asia Kecil. Muhammad Al Fatih, demi menunjukkan keseriusannya dalam upaya penaklukan Konstatinopel, juga membangun benteng di seberang Selat Bosphorus tepat berhadapan dengan benteng yang dibuat ayahnya, Anadolu Hisari. Ya, faktanya Anadolu Hisari tidak mampu membendung datangnya bala bantuan ke Konstatinopel. Sehingga perlu dibuat benteng lagi untuk menguatkan posisi benteng sebelumnya. Benteng legendaris inilah kemudian disebut sebagai Rumeli Hisari. Ketika

Sudahkah Bicara Sama Allah?

Ingatan saya kembali pada sekian tahun lalu. Saat dimana masalah seolah "menghiburku" tapi tak kunjung lucu. Dunia seperti menjepit dari berbagai arah dan di saat yang sama tidak tahu lagi apa yang harus diperbuat. Pernahkah Anda mengalaminya? Jika pernah, berarti kita senasib tapi belum tentu sepenanggungan. Rasanya belum pernah menghadapi situasi serumit itu. Sekarang, hampir setiap orang mengalami situasi "sulit" meski kadarnya bisa jadi berbeda. Lalu, apa yang mesti kita lakukan?  Yang jelas kalau kita dalam kondisi seperti itu, perlu "berbicara" kepada Allah sesegera mungkin. Yup, Al Qur'an surat Al Insyirah sudah mengingatkan kita tentang janji Allah, "Bersama kesulitan ada kemudahan". Dan ingat, ayat ini diulang dua kali. Artinya apa, Allah selalu menyediakan dua pintu solusi untuk masalah kita, apapun. Hmm, jadi apakah mungkin seorang manusia dapat bercakap-cakap dengan Allah SWT. Trus bagaimana jika kita ingin

Jendela Surga

Surga merupakan bukti yang paling besar bahwa Allah sangat menyayangi hamba-hamba Nya yang selalu taat dan tunduk kepada-Nya. Karena hanya hamba yang taat saja yang akan memperoleh kenikmatan surga tersebut. Luar biasanya, semua kenikmatan yang ada dalam surga tidak pernah dibayangkan dan dilihat serta dirasakan oleh manusia. Makanannya... Imam Ahmad berkata, "Telah menceritakan kepada kami Miskin bin Abdul Aziz dari ‘Asy’asy Adh-Dharir dari Sahr bin Hausyab dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya penghuni Surga yang paling rendah adalah orang yang memiliki tujuh tingkatan dan tiga ratus pelayan yang mendatanginya setiap pagi dan sore dengan membawa tiga ratus piring yang terbuat dari emas dengan berisi makanan. Bagian awal dan akhirnya sama lezatnya. Mereka membawa pula tiga ratus bejana yang memiliki warna yang berbeda-beda. Bagian awal dan akhirnya sama lezatnya". “Dan campuran khamar murni itu adalah dari tasnim. (Yaitu) mata air yang

Puasa Sunnah Syawal & Tradisi Lebaran Ketupat (Kupatan)

Terus terang, saya mengenal puasa sunnah syawal ini belakangan saja, tepatnya saat kuliah dimana gairah belajar agama sedikit menemukan momentumnya. Jauh sebelumnya, saya hanya mengenal kupatan atau lebaran ketupat.  Tepat seminggu setelah idul fitri inilah tradisi kupatan ini berlangsung. Biasanya kami bawa sajian kupat dengan segala perniknya dan berkumpul bersama di Masjid atau bahkan di Balai Desa. Namanya anak-anak, saat inilah yang menyenangkan eh mengenyangkan he..he. Ketentuan Puasa Sunnah Syawal Soal puasa sunnah syawal, insyaallah dalilnya jelas karena berasal dari hadist shahih muslim. Hmm, pahalanya seperti halnya puasa setahun penuh, Allahu Akbar. Syaratnya hanya dua saja, tuntas puasa ramadhan sebulan penuh dan dilanjut puasa sunnah syawal hamya enam hari saja. Dari Abu Ayyub Al Anshari, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudi

Khutbah Idul Fitri 1 Syawal 1441 H : Meraih TAQWA, Jalan Menuju KEBAHAGIAAN

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Laailaha illallahu Allahu Akbar. Allahu Akbar walila hilhamdu. Pertama, Inti Ibadah SHAUM adalah Memupuk TAQWA "Hai orang-orang yang beriman, DIWAJIBKAN atas kamu BERPUASA sebagaimana diwajibkan atas ORANG-ORANG SEBELUM KAMU agar kamu BERTAQWA". (QS. Al Baqarah : 183) Kedua, Pengertian TAQWA Menurut bahasa, TAQWA berarti MENJAGA DIRI atau BERHATI-HATI. Dalam bahasa lain disebutkan, "Aku MENJAGA DIRI dari sesuatu atau aku BERHATI-HATI terhadapnya". Seperti percakapan indah dua sahabat UMAR BIN KHATAB dan UBAY BIN KA'AB ini. Pada suatu waktu Umar bertanya kepada Ubay, "Wahai Ubay, apa makna takwa?" Ubay yang ditanya justru balik bertanya. "Wahai Umar, pernahkah engkau berjalan melewati jalan yang penuh duri?" Umar menjawab, "Tentu saja pernah." "Apa yang engkau lakukan saat itu, wahai Umar?" lanjut Ubay bertanya. "Tentu saja aku akan berjalan hati-hati," j

Malam 30 Ramadhan 1441 H : Refresh Your Life, Better or Never!

Di penghujung ramadhan 1441 H ini, saya hanya ingin menyampaikan dua pesan yang tertuang dalam Kitab Nashaihul 'Ibad yang ditulis oleh Syaikh Nawawi al Bantani yang mahsyur itu. Abu Bakar Asy Syibil berkata, "(Apabila kamu telah mencicipi manisnya dekat dengan Allah). Maksudnya seandainya kita telah merasakan nikmatnya dekat dengan Allah SWT, (niscaya kamu mengetahui tentang pahitnya putus hubungan (dengan Allah), yaitu betapa pahitnya jika kita jauh dari Allah SWT. Dan memang menurut ahlu-llah, jauh dari Allah SWT itu merupakan siksaan yang berat. Oleh karena itu, Rasulullah SAW pernah berdo'a dengan do'a berikut ini : (Allahummarzuqni ladz dzatan nadhri ila wajhikal kariimi wasy syauqa ila liqaa ika) "Ya Allah, berilah aku rezeki dengan kelezatan memandang wajah-Mu yang Mulia dan nikmatnya rindu berjumpa dengan-Mu". Semoga kita bisa menemukan KEBAHAGIAAN hakiki di dalam suasana ramadhan yang beda ini. Mari kita simak PESAN CINTA-NYA melalui &quo