Skip to main content

Menikmati Penyet Ikan Sili Di Depot Kaliotik

Selain soto dan nasi boran, Lamongan juga terkenal dengan depot kaliotiknya. Rugi kalau sudah ke Lamongan tidak mampir merasakan kelezatan masakan di Depot Kaliotik ini. Depot Kaliotik ini terletak di daerah Kaliotik, tepatnya kalau Anda melintas di jalan raya Surabaya-Lamongan dan bertemu dengan pertigaan Adipura maka kurang dari 50 meter ke arah barat di sebelah kiri jalan, disitulah Depot Kaliotik berada.

Makanan yang disediakan disini khas makanan rumahan yang ada di Lamongan dengan menu yang sangat bervariasi dengan rasa yang menggoda hati alias mk nyuuuus. Ada berbagai macam sayur, juga ada berbagai macam olahan ikan bandeng, juga yang tak kalah nikmatnya adalah IKAN SILI yang hanya ada di Lamongan he..he. Ditambah dengan sambal terasi yang pedas dan nikmat banget. Juga yang suka botok, disini tersedia berbagai macam botokan yang ok banget.

Untuk minuman, juga tak kalah dengan yang lainnya banyak sekali ragam dan modifikasi yang diciptakan, dantaranya es kaliotik. Minuman yang lainnya ada es sinom, es beras kencur, es kawis dan yang lainnya.

Saat ini tempat yang disediakan sudah terjadi perluasan dari sebelumnya. Area parkir juga luamayan cukupdan relatif mudah. Kalau anda melakukan perjalanan dari Surabaya dan sudah sampai di pertigaan adipura jangan lupa menengok ke kiri jika Anda tidak ingin ketinggalan rasanya masakan khas Lamongan. Interiornya juga sudah semakin ok saja, ada sentuhan restoran modern, membuat betah makan disini.

Selalu kalau ke Lamongan, pasti memburu Depot Kaliotik, yang saya cari tentu saja penyek ikan sili yang ok punya. Ditambah es kalitik, wuih rasanya seger banget. Sampai disini dulu yah, sampai jumpa lagi pada catatan kuliner berikutnya.

Wassalam
Arif Prasetyo Aji
Busana Muslimah Attaqi | JPMI Surabaya | Exist Bangun Nusantara

Comments

Popular posts from this blog

Teman Sejati

Selama ini ku mencari cari teman yang sejati buat menenami perjuangan suci Bersyukur kini padamu Illahi, teman yang dicari selama ini telah kutemui Dengannya disisi, perjuangan ini senang diharungi, bertambah murni kasih Illahi Kepadamu Allah kupanjatkan do’a, agar berkekalan kasih sayang kita Kepadamu teman kupohon soskongan, pengorbanan dan pengertian Tlah kuungkapkan segala-galanya, itulah tandanya kejujuran kita (Syair Nasyid “Teman Sejati”-Brothers) Saya sangat ingat betul dengan lirik lagu ini, karena pada saat booming album “brothers” ini, kami bersepeluh orang dari FSLDK melakukan perjalanan Jakarta-Padang PP. Dan sepanjang perjalanan itu yang berkumandang di mobil hanya kaset milik Mas Brothers ini. Dan hitsnya adalah ”Teman Sejati” ini. Teman dan sahabat sangat dibutuhkan manusia. Senyum saja andaikata tidak dengan temannya, bisa disangka yang tidak-tidak bahkan barangkali ada yang nyelethuk ”gila kali”. Dengan teman dan sahabat, tidak hanya senyum yang dapat kita l...

Sharing Dengan Mahasiswa

Pekan ini, ada dua kampus yang harus saya kunjungi untuk memenuhi undangan organisasi kemahasiswaan dalam rangka pelatihan mahasiswa. Yang pertama adalah Sabtu kemarin saya bertandang ke almamater Kampus ITS , untuk memberikan sharing di acara PSI 2 (Program Studi Islam 2) yaitu pelatihan yang diperuntukkan bagi calon middle manager di JMMI (Jama’ah Masjid Manarul ‘Ilmi) ITS Surabaya. Ada pemandangan yang berbeda ketika saya mulai memasuki area kampus ITS terutama disekitar rektorat dan perpustakaan (tempat acara PSI 2 berlangsung). Tidak biasanya hari libur, mahasiswa mau bersusah payah ke kampus, tapi siang itu terlihat kelompok-kelompok mahasiswa dengan ditemani notebook-nya masing-masing. Ya wajar saja, ITS sudah menyediakan hotspot di beberapa titik di area kampus, sehingga mahasiswa begitu keranjingan untuk datang ke kampus menikmati fasilitas internet tadi. Kembali ke PSI 2, saya diminta menyampaikan materi dengan tema Manajemen Organisasi & Optimalisasi Peran Ma...

[ #IsomanStory ] Bismillah, Akhirnya Alumni Covid-19

Akhirnya Covid-19 mampir ke tubuh saya selama 23 hari. Dan alhamdulillah di hari ke-23 bertepatan dengan Idul Adha, Selasa 20 Juli 2021, SWAB PCR sudah menunjukkan hasil NEGATIF.  Alhamdulillah, syukur kepada Allah SWT yang masih berkenenan memberikan kesempatan kedua kepada saya. Koq lama 23 hari? Di hari ke-15 sebenarnya SWAB dan hasilnya masih positif dengan CT 24. Makanya dianjurkan isoman lagi dan test berikutnya sekalian bareng tuntasnya isoman istri yang terpapar juga. Gejala awalnya, tanggal 28 dan 29 juni 2021, badan demam, pusing, lemas dan maunya tidur terus. Tanggal 29 swab anti gen mandiri dan hasilnya positif covid-19. Kemudian dikonfirmasi tanggal 30 juni 2021 dengan Test SWAB PCR dan takdirnya hasilnya POSITIF juga. Gejala berikutnya, seperti flu, berdahak, berkurangnya indra penciuman, nafas terasa pendek, cenderung lemas dan yang paling tidak saya suka yaitu ndak mau makan. Sudah dicoba berbagai menu paling pol hanya 4 sendok saja, kalau diteruskan bis...