Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Inspiraksi

Ingat Lima Perkara Sebelum Lima Perkara

Masih ingat dengan lirik nasyid Raihan kalau nggak salah judulnya “Demi Masa”? Sambil mengenang pertemuan saya dengan grup nasyid legendaris asal Malaysia ini beberapa tahun lalu saat mereka manggung di Konser Raihan waktu saya masih aktif di kegiatan Masjid Kampus, dan bertepatan pula dengan bulan Ramadhan. ......... Demi masa sesungguhnya manusia kerugian Melainkan yang beriman dan beramal shalih Demi masa sesungguhnya manusia kerugian Melainkan nasehat kepada kebenaran dan kesabaran Gunakan kesempatan yang masih diberi moga kita takkan menyesal Masa usia kita jangan disiakan karna ia takkan kembali

Inspirasi Yang Menggerakkan

Inspirasi bisa kita dapatkan dari siapapun dan dari sarana apapun, baik melalui kata-kata, tulisan mapun meneladani perilaku orang sukses yang menjadi potret kita. Tentunya inspirasi yang mampu menggerakkan kita ke arah orbit yang lebih baik lagi dari konsisi kita semula. Inspirasi yang menggerakkan. Ada orang yang tergerak mengeluarkan sedekah karena melihat orang yang kekurangan dengan beragam kesulitan yang dialaminya tapi ada juga yang tergerak karena telah mendengarkan ceramah dari seorang ustadz. Medianya inspirasinya berbeda tapi mampu menggerakkan aktifitas yang sama.

Bersama Kesulitan Ada Kemudahan

Setiap orang pasti pernah mengalami kesulitan, hanya bentuk dan kadarnya saja yang mungkin berbeda. Dan setiap orang juga pasti pernah mengalami kemudahan sesuai dengan frekuensi dan bentuknya pula. Sering kita mendengar orang menyebut “orang beruntung” untuk orang yang kelihatannya selalu mendapatkan kemudahan dari Allah SWT, hidupnya dipenuhi kebahagiaan, anak-anaknya membanggakan dan berpreastasi, rizqinya mengalir deras, jabatnnya jangan ditanya lagi selalu naik, dan lain sebagainya. Itu mungkin hanya yang kita lihat dari luar, bisa jadi orang tersebut memang melakukan ikhtiar dan tawakal yang sepadan dengan hasil yang didapatkan. Dalam kamus motivasi seringkali kita mendengar bahwa kesuksessan itu adalah bertemunya persiapan yang kita lakukan dengan peluang yang ada dihadapan kita. Ada orang yang sering menemukan peluang tapi dia tidak tahu bagaimana cara mengeksekusi peluang tadi karena memang dia tidak pernah melakukan persiapan untuk menghadapi peluang tadi. 

Allah Selalu Ada Untuk Kita

Jika Anda ingin mendapatkan cintanya Allah maka Anda harus selalu melakukan sesuatu yang disukainya. Apa itu amalan yang disukai Allah? Sederhananya yah menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Kalau sudah seperti itu, maka yakinlah bahwa yang Anda minta akan diberikan oleh Allah. Lah wong yang tidak Anda minta saja Allah kasihkan koq J . Nah, berikut ini beberapa catatan singkat saya tentang hal tersebut di atas, semoga bisa menginspirasi Anda semua. Karena sebagai bahan bakar, maka Harapan tidak boleh padam meski kita berada dalam kesulitan yang sangat  ‪#inspiraksi Justru saat kita menghadapi kesulitan itulah, kita hrs menambah rasa sabar, krn sebentar lagi kesulitan sgr berlalu & berganti kesuksesan ‪#inspiraksi

Kesempurnaan Nikmat & Penggugur Syukur

Syukur adalah salah satu implementasi keimanan seseorang, bahkan dianya menjadi parameter akhlaq seseorang kepada Allah SWT. Disebutkan dalam Al Qur’anul Karim Surat Ibrahim ayat 7, “Barangsiapa yang bersyukur maka akan Aku tambahkan nikmat-Ku, dan barangsiapa yang kufur maka sungguh azabKu sangatlah pedih”. Jadi, kalau kita menginginkan sempurnya nikmat kita dan bertambahnya nikmat kita maka bersykurlah kepada Allah SWT. Kalau kita menginginkan kualitas nikmat yang menghampiri kita maka kita juga harus meningkatkan kualitas syukur kita kepada-Nya. Selama ini kita lebih mudah mensyukuri nikmat yang di permukaan saja seperti misalnya : nikmat rizqi, nikmat jabatan, dll. Tetapi kita lupa untuk mensyukuri nikmat kesehatan, nikmat keselamatan apalagi mensyukuri nikmatnya iman, hidayah dan ibadah yang telah kita kerjakan. Untuk menyempurnakan nikmat yang kita terima dan sebagai penggugur syukur, maka kita bisa melaksanakan zikir dan do’a yang bisa mengantarkan kita pada maksud ...

Lihat Kembali “Ruang Kenangan” (Moment of Greatness) Kita

Saat kita terpuruk, hal yang terindah yang mampu membangkitkan semangat kita adalah masa dimana kita pernah mengalami kejayaan. Kejayaan itu bisa berupa apa saja, seperti saat terindah dimana kita mulai bisa membaca Al Qur’an, saat dimana kita bisa setiap saat bangun di sepertiga malam dengan begitu mudahnya dan dengan leluasa memadu kasih dengan Rob tercinta, Allah SWT. Juga bisa berupa kenangan tatkala kita meraih prestasi baik akademik maupun non akademik yang meruapakan aktifitas yang sangat kita sukai. Dan juga saat kita mampu memulai bisnis dengan modal yang nyaris tidak ada tetapi mampu menjadi bisnis besar bahkan beromset miliaran. Bisa juga saat kita penuh dengan kedamaian bersama keluarga besar di tanah kelahiran kita, seperti yang pernah dialami oleh Rasulullah SAW ketika lama hijrah ke Madinah. Beliau rindu akan kenangan dengan tanah kelahirannya, Makkah dan itu diungkapkan dengan sangat expresif dan diabadikan dalam hadist.

Tiga Rahasia Sukses Yang Tidak Terungkap

Pembicaraan “sukses” senantiasa tidak ada habis-habisnya. Sudah banyak orang mengungkapnya juga buku yang ditulis sekian banyak orang banyak mengupas tema yang satu ini bahkan seminar-seminar yang diadakan sekian banyaknya tidak pernah sepi dari peserta. Pertanyaannya, siapa sih yang tidak kepengin sukses, saya yakin setiap orang kepengin sukses dengan versinya masing-masing. Setiap orang kepengin sukses, hanya saja banyak sekali orang yang kesulitan bagaimana mengawali proses menuju suksesnya. Juga banyak orang yang kepengin sukses hanya karena tidak tahu caranya sehingga menjadi terlambat meraih sukses yang diinginkan karena tidak pernah mulai dengan aksi yang nyata. Makanya saya setuju dengan ungkapan bahwa “sukses” itu adalah bertemunya antara “persiapan” dan “peluang”. Banyak peluang hadir disekeliling kita tapi tidak satupun yang mampu kita tangkap hanya karena kita tidak memiliki persiapan sama sekali. Sungguh mengenaskan kalau ini benar-benar terjadi pada Anda. Atau kit...

THEOPPORTUNITYISNOWHERE

Tulisan di atas baru saja saya temukan diantara banyak file yang ada. Saya baru ingat kalau tulisan yang seperti itu pernah saya sampaikan saat saya mau menyampaikan materi, sekedar ice breaking saja sebenarnya. Saya tanya kepada seluruh audiens yang hadir saat itu, kira-kira tulisan seperti ini dibaca apa ya?. “THEOPPORTUNITYISNOWHERE” Dari sekian pertemuan, sebagain besar ternyata banyak yang menjawab pilihan pertama “THE OPPORTUNITY IS NOWHERE” , sedangkan yang membaca dengan pilihan kedua “THE OPPORTUNITY IS NOW HERE” itu hanya sebagian kecil saja. Saya tidak tahu, ice breaking seperti ini dulu saya temukan dari mana yah, tapi ada juga sih manfaatnya meskipun kalau menurut orang jawa disebutnya sebagai “otak atik gathuk” he..he..betul nggak?. Kita ambil saja aspek positifnya sebagai bahan pelajaran bagi kita siapa tahu ada manfaatnya juga. Pertama, dari aspek kandungan maknanya, the opportunity = peluang , selanjutnya terserah kita mau pilih yang mana lanjutan kalimat i...

Tiga Nasehat

Siapapun orangnya, nasihat amat dibutuhkan oleh manusia agar ketika hidup belum baik bisa diarahkan menjadi baik dan bila sudah baik bisa ditingkatkan lagi menjadi lebih baik. Karena itu setiap kita harus meminta nasihat dari orang lain dan mencarinya dari catatan generasi terdahulu. Salah satu nasihat yang bagus untuk kita hayati dan kita wujudkan dalam kehidupan kita adalah dari sahabat Nabi Muhammad saw yang menjadi khalifah, yaitu Ali bin Abi Thalib . Nasihat beliau yang amat bagus itu dicatat oleh Imam Nawawi Al Bantani dalam kitabnya Nashaihul Ibad , yaitu : "Dari sekian banyak nikmat dunia, cukuplah Islam sebagai nikmat bagimu, dari sekian banyak kesibukan, cukuplah ketaatan sebagai kesibukan bagimu, dan dari sekian banyak pelajaran, cukuplah kematian sebagai pelajaran bagimu." Dari ungkapan di atas, Ali bin Abi Thalib memberi tiga nasihat untuk kita laksanakan dalam kehidupan yang singkat ini. ISLAM SEBAGAI KENIKMATAN Dalam hidup ini, kita ingin mendapat...

Teman Sejati

Selama ini ku mencari cari teman yang sejati buat menenami perjuangan suci Bersyukur kini padamu Illahi, teman yang dicari selama ini telah kutemui Dengannya disisi, perjuangan ini senang diharungi, bertambah murni kasih Illahi Kepadamu Allah kupanjatkan do’a, agar berkekalan kasih sayang kita Kepadamu teman kupohon soskongan, pengorbanan dan pengertian Tlah kuungkapkan segala-galanya, itulah tandanya kejujuran kita (Syair Nasyid “Teman Sejati”-Brothers) Saya sangat ingat betul dengan lirik lagu ini, karena pada saat booming album “brothers” ini, kami bersepeluh orang dari FSLDK melakukan perjalanan Jakarta-Padang PP. Dan sepanjang perjalanan itu yang berkumandang di mobil hanya kaset milik Mas Brothers ini. Dan hitsnya adalah ”Teman Sejati” ini. Teman dan sahabat sangat dibutuhkan manusia. Senyum saja andaikata tidak dengan temannya, bisa disangka yang tidak-tidak bahkan barangkali ada yang nyelethuk ”gila kali”. Dengan teman dan sahabat, tidak hanya senyum yang dapat kita l...

Tangga Sukses

“Prestasi puncak itu hanya dapat diraih jika ada hasrat yang kuat” (David C. McClelland) Menurut Paul G. Stoltz dalam bukunya Adversity Quotiont , ada tiga kelompok orang dalam mendaki menuju kesuksesan. Kelompok pertama disebut QUITTERS (mereka yang berhenti) , kelompok kedua disebut dengan CAMPERS (mereka yang berkemah) dan kelompok ketiga disebut CLIMBERS (para pendaki). QUITTERS (Mereka Yang Berhenti) Ada banyak orang yang memilih untuk berhenti menghindari kewajiban, memilih keluar dari perjuangan menuju puncak gunung sukses. Mereka ini disebut QUITTERS. Secara lebih jelasnya, mereka selalu menghentikan pendakian, meninggalkan dorongan inti manusiawi untuk mendaki dan demikian juga meninggalkan banyak hal yang ditawarkan oleh kehidupan. CAMPERS (Mereka Yang Berkemah) Mereka ini sudah mendaki beberapa jauh lalu berkata : “Saya hanya sampai disini mampu mendaki…”. Karena bosan atau tidak tahan dalam menghadapi kesulitan mendaki puncak sukses, mereka me...

Cyrcle Of Influence

Pernah dalam salah satu riwayat, Rasulullah pernah menyampaikan tentang tukang pandai besi dan penjual minyak wangi yang muatannya kurang lebih seperti ini : “Kalau kita bergaul dengan tukang pandai besi, maka kita akan terkena debunya dan baunya yang kurang sedap dan kalau kita bergaul dengan penjual minyak wangi kitapun akan terkena bau harumnya”. Dari ilustrasi di atas kita bisa belajar betapa pentingnya “Cyrcle Of Influence” atau dalam istilah lain disebut dengan “Lingkaran Pengaruh” untuk menunjang suksesnya hidup kita. Terkadang kita tidak menyadarinya bahwa hambatan sukses kita itu karena adanya sejarah Cyrcle Of Influence yang pernah kita buat sebelumnya dan akhirnya membelenggu dalam alam bawah sadar kita. Dengaan “Cyrcle Of Influence” ini kita mendapatkan dua manfaat sekaligus : Pertama, kita bisa menyerap aura poisitif dan potensi kebaikan yang dimiliki oleh orang lain yang berada dalam lingkaran pengaruh kita. Kedua, kita bisa memancarkan aura positif dan potensi ke...

Belajar dari Tikus dan Kurcaci

Dahulu kala hiduplah dua sahabat yaitu dua kurcaci dan dua tikus. Setiap hari merekaberkeliaran dalam labirin mencari keju yang lezat. Para tikus menggunakan metode “trial and error” , masuk ke satu lorong dan segera berpindah ke tempat lain sampai mereka menemukan keju. Berbeda dengan kedua kurcaci yang menggunakan kemampuan berpikir mereka untuk menemukan keju yang dimaksud. Suatu hari terjadi hal yang mengejutkan. Kejunya ternyata sudah habis. Kedua tikus sadar bahwa situasi sudah berubah. Karena itu tanpa membuang waktu, mereka memutuskan untuk “berubah juga”. Segera mereka mengangkat hidung, mengendus dan berlari ke “labirin yang lain” untuk menemukan “keju yang baru”. Tidak demikian halnya dengan kedua kurcaci mereka tak siap menghadapi kenyatan ini. Alih-alih mengambil tindakan, mereka beteriak-teriak, berkacak pinggang dan mengomel berkepanjangan. “Ini tidak adil. Siapa yang memindahkan keju kita?” Temannya menjawab, “Ini kecerobohanmu, kalau saja kamu memperhatik...

Serial Manajemen Diri : MENGENAL DIRI SENDIRI

Pernakah Kita merenungkan siapa sebenarnya diri Kita ? Pernakah terfikir dalam diri Kita, dari mana Kita, hendak kemana tujuan Kita dan untuk apa Kita hidup di dunia ini ? Orang yang ma’rifat akan bisa menemukan jawabannya seperti yang dikatakan Sayyidina Ali : “Barangsiapa mengenal dirinya maka dia akan mengenal Rabnya (Tuhannya)” Maka aneh bila seseorang tidak mengenal dirinya sendiri. Ibarat pasien, ia harus tahu lebih dahulu apa gejala penyakit yang menimpanya sebelum ia konsultasi kepada dokter dan meminta resep. Jadi, kenalilah diri Kita sendiri. Jika kita mampu mengenali diri dengan sebenar-benarnya serta mengerti kedudukan yang diberikan oleh Allah kepada kita, maka kita dapat menunaikan hak Allah yang menjadi kewajiban kita. Dengan demikian Kita akan sampai pada ma’rifatullah . Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla : “Dan dalam diri kalian, tidakkah kalian melihat ?” (Adz-Dzariyat : 21) Untuk mengenal kedudukan kita dihadapan Allah, maka Dia memfasilitasi...

OPEN AREA

Kalau kita ingin menyelesaikan masalah-masalah dalam hidup kita, maka daerah terbuka harus diperluas selebar-lebarnya. Kalau kita ingin maju, maka daerah terbuka harus diperluas selebar-lebarnya. Kita harus mengenal kelebihan dan kekurangan diri kita sendiri. Kelebihan-kelebihan dapat kita gunakan untuk mencapai tujuan perestasi kita. Sedangkan kelemahan-kelemahan yang kita miliki harus mampu kita hilangkan. Jika kita memiliki potensi atau bakat terpendam, kemudian diri kita tidak menyadari maka itu harta karun yang tidak ada gunanya. Jika kita memiliki potensi atau bakat terpendam, kemudian orang lain tidak tahu dan kita tidak berusaha memperkenalkan potensi diri kepada orang lain, maka selamanya potensi itu tidak akan dibeli, dimanfaatkan dan berfungsi lebih banyak lagi. Kita adalah kita, namun sering kita tidak mengenal diri kita dengan baik. Untuk mengenal diri dapat juga menggunakan jasa orang lain dan untuk itu kita harus terbuka. Kita harus berfikir positif atas se...

Seperti Tanah

"Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat (alaqoh), lalu sesuatu yang melekat itu kami jadikan segumpal daging (mudhghoh), dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami menjadikannya makhluq yang (berbentuk) lain. Maha Suci Allah, Pencipta yang paling baik." (QS. Al Mu'minun (23) : 12-14) Allah memang menciptakan manusia dari tanah. Dari sisi bentuk dan rupa memang tidak begitu baik, tetapi kalau mau melihat dari sisi manfaat yang diberikan maka tanah memiliki banyak manfaat bagi ummat manusia. Kalau kita menancapkan batang tanaman dan memberi pupuk yang baik maka tanah akan memberikan tanaman yang bermanfaat bagi manusia. Makanya negeri kita disebut sebagai ”gemah ripah loh jinawi”. Kalau kita membentuk dan membaka...

Are You Profesional : Menuju Sukses Kuliah

Waktu diskusi dengan teman-teman Unair, saya mengawalinya dengan pertanyaan-pertanyaan : siapa yang finish terlebih dahulu, berapa jumlah pemain yang bisa finish, apa yang dirasakan oleh pemain yang tidak bisa finish/finish pada urutan belakang, apa yang diperoleh dengan prestasi yang telah dicapai. Pertanyaan tadi adalah kalimat tanya ”retoris”, yang tidak membutuhkan jawanban memang tapi membutuhkan perenungan yang mendalam akan tujuan hidup yang ingin kita gariskan. Supaya diri kita bisa melesat seperti lepasnya anak panah dari busur untuk menggapai ”asa” kita maka kita harus bisa merenungkan sekali lagi akan garis hidup yang ingin kita capai. Setinggi apapun tujuan hidup itu dan sebesar apapun pengorbanan yang siap kita tanggung. Saya jadi teringat sebuah film dari Iran yang berjudul ”Children Of Heaven” yang menceritakan kisah hidup sebuah keluarga yang tidak berkecukupan tapi memiliki dedikasi yang tinggi dalam pendidikan anaknya. Bagiamana kita lihat perjuangan adik-k...

Road To Success : From Zero To Hero

Untuk kesekian kalinya saya bisa bertemu lagi dengan seseorang yang luar biasa. Namanya Ahmad Subchan , beliau saat ini selain menjalankan rutinitas bisnis yang dilakoninya sejak lulus kuliah dulu juga sebagai anggota DRPD Propinsi Jawa Timur. Beliau sekarang berada di Komisi C yang membidangi masalah keuangan dan pernah belajar Financial Planning di UK Petra Surabaya dalam rangka studi Masternya. Ada tiga hal yang disampaikan dalam kesempatan pertemuan kemarin, yaitu : tentang cita-cita, paradigma berfikir dan perencanaan & strategi. Lihatlah Cita-Citanya Pak Subchan pernah menjumpai seorang nenek-nenek yang berprofesi menjual kacang goreng di alun-alun kota Malang . Yang menjadi menarik, nenek ini memiliki cita-cita yang sangat dahsyat, yaitu ingin “NAIK HAJI”. Dilihat dari profesi & kondisinya saat itu tidak mungkin rasanya nenek ini bisa mewujudkan cita-citanya, bahkan anak & saudaranya ikut andil dalam mengolok-olok cita-cita mulia sang nenek tadi. Tapi ne...

Ruang Kenangan

Saat kita terpuruk, hal yang terindah yang mampu membangkitkan semangat kita adalah masa dimana kita pernah mengalami kejayaan. Kejayaan itu bisa berupa apa saja, seperti saat terindah dimana kita mulai bisa membaca Al Qur’an, saat dimana kita bisa setiap saat bangun di sepertiga malam dengan begitu mudahnya dan dengan leluasa memadu kasih dengan Rob tercinta, Allah SWT. Juga bisa berupa kenangan tatkala kita meraih prestasi baik akademik maupun non akademik yang meruapakan aktifitas yang sangat kita sukai. Dan juga saat kita mampu memulai bisnis dengan modal yang nyaris tidak ada tetapi mampu menjadi bisnis besar bahkan beromset miliaran. Bisa juga saat kita penuh dengan kedamaian bersama keluarga besar di tanah kelahiran kita, seperti yang pernah dialami oleh Rasulullah SAW ketika lama hijrah ke Madinah. Beliau rindu akan kenangan dengan tanah kelahirannya, Makkah dan itu diungkapkan dengan sangat expresif dan diabadikan dalam hadist. Yah, “Ruang Kenangan” , begitu saya menye...

Sabar dan Harap

Kemarin, saya baru saja bertemu dengan Ustadz Ahmad Arqom. Beliau adalah guru dan sekaligus sahabat saya yang sangat bersahaja, disamping beliau juga merupakan trainer di LMT Trustcho Surabaya. Ustadz Ahmad begitu biasanya kami memanggilnya juga merupakan salah seorang yang istimewa di hati saya karena beliau adalah ustadz yang berkenan menyampaikan khutbah nikah di pernikahan saya dulu di Masjid Muhammad Cheng Hoo . Dalam kesempatan ini beliau menyampaikan materi kajiannya dengan tema ” Sabar dan Harap ”, yang saya ceritakan berikut ini. Tiba-tiba kita mungkin mengalami problem semangat untuk maju, karena tiba-tiba kita kehilangan motivasi untuk bekerja dan berusaha. Ini biasa terjadi dalam perjalanan hidup, tidak hanya pada orang-orang biasa seperti kita, manusia-manusia luar biasa seperti para Nabi dan Rasul juga mengalami hal serupa. Pada salah satu tahap kehidupan kita, memang beban persoalan kehidupan yang harus kita pikul tiba-tiba melebihi daya pikul kita. Ini terjad...