Thursday, October 23, 2014

Nasehat Hasan Al Bashri Kepada Pemimpin Iraq & Parsi



Beberapa tahun terakhir negeri ini disuguhi para pemimpin yang lahir dari “industri pencitraan” yang bekerja untuk membius rakyat dengan janji-janji yang hanya terucap di lisan dan tertulis di lembar pamflet kampanye. Rakyat dibuat tak berdaya dan tidak bisa menuntut apapun jika janji-janji para pemimpin yang dipilihnya tidak dilaksanakan.

Terus terang kita semua merindukan pemimpin adil yang mau berjuang melayani rakyatnya dengan sepenuh hati, tidak takut pada pemimpin partai, tidak takut pada cukong, tidak takut pada KPK karena dia hanya takut pada Allah SWT. Hari-harinya disbukkan dengan melayani rakyatnya tanpa protokoler karenanya tidak sempat menumpuk harta untuk dirinya, keluarganya dan kelompoknya. Kita merindukan pemimpin seperti halnya Nabi Muhammad SAW yang memimpin wilayah yang luas tapi hidupnya sederhana. Yah memang itu kondisi ideal tapi janganlah mengecilkan harapan aan hadirnya pemimpin seperti itu.

Tuesday, October 21, 2014

Manfaat Pelukan Bagi Anak-Anak Kita

Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid RA, dia berkata, "Rasulullah SAW. Menggendongku dan mendudukkanku di atas pahanya, lalu mendudukkan Hasan di pahanya yang lain. Kemudian beliau MEMELUK kami berdua, lalu bersabda, "Ya Allah, sayangilah keduanya karena aku pun menyayanginya." (H.R. Bukhari)

Sudah berapa kali anda memeluk anak-anak anda hari ini? Kalau belum maka segeralah pulang dan peluklah anak-anak kita dengan pelukan kasih sayang dan bisikkan, “Ayah sayang padamu” ditambah dengan do’a-do’a yang memberikan efek positif pada anak seperti do’a Rasulullah SAW pada cucunya, “Ya Allah, sayangilah anakku ini karena aku pun menyayanginya”. Terasa beban pekerjaan yang menggunung hilang seketika berganti dengan curahan kebahagiaan yang tiada tara.

Monday, October 20, 2014

Tips Memulai & Mengajarkan “Toilet Training” Untuk Balita

Saya seringkali melihat para orang tua memperlakukan anak-anak mereka buang air kecil dan buang air besar di tempat terbuka alias di tempat yang tidak semestinya. Terus terang saya miris melihatnya bagaimana mungkin untuk urusan bersuci (thaharah) dan membuka aurat di tempat terbuka dipandang sebelah mata. Bisa jadi memang ketidaktahuan tapi bisa juga karena ingin ambil mudahnya saja. Saya jadi teringat akan sebuh hadist yang menyampaikan bahwa gara-gara urusan buang air kecil saja bisa menyebabkan orang tersebut terkena siksa kubur.

Ibnu Abbas r.a. berkata : Nabi SAW. berjalan melalui dua kubur, lalu beliau bersabda : “Sesungguhnya kedua orang dalam kubur ini sedang disiksa, dan keduanya tidak disiksa karena suatu dosa yang besar. Adapun yang satu maka tidak menyelesaikan (tuntas) jika kencing. Sedang yang kedua, dia biasa mengadu domba (namimah)”. Kemudian Nabi SAW. mengambil dahan pohon yang masih basah dan membelah dua lalu menancapkan pada tiap kubur satu potongan dahan itu. Sahabat bertanya, “Mengapa engkau berbuat itu?”. Jawab Nabi SAW. “Semoga Allah meringankan keduanya selama dahan itu belum kering”. (HR. Bukhari, Muslim)

Friday, October 17, 2014

Saatnya Menjadi Entrepreneur, Sudah Kaya Masuk Surga

Mungkin banyak diantara kita yang takut menjadi kaya. Dengan alasan tidak mau serakah, takut berbuat maksiat kalau kaya, atau merasa cukup. Biasanya mereka merasa sudah ‘cukup’ dengan gaji Rp 5 Juta atau Rp 10 Juta perbulan. 

Sungguh secara vertikal (hubungan dengan Allah) orang seperti ini dapat kita katakan sebagai hamba yang bersyukur, karena sudah merasa ‘cukup’ dengan yang Allah berikan.

Uang Rp 5 atau 10 Juta mungkin cukup untuk makan kita dan keluarga, pendidikan anak, cicilan rumah, mobil, zakat/infaq dan sedikit tabungan. Ya, cukup memang jika kita hanya memikirkan diri dan keluarga kita saja.

Tuesday, October 14, 2014

Memulai Bisnis Hanya Butuh KEBERANIAN ?

Orang banyak berkata “Saya tidak bisa berbisnis”, padahal belum ada yang kita lakukan untuk memulainya. “Saya bukan turunan pengusaha”, “Saya tidak berbakat”, “Saya tidak punya uang”, “Saya tidak punya keahlian”, “Saya tidak bisa jualan”. “Saya sudah tua”. Padahal mencoba saja kita belum, tetapi vonis sudah kita jatuhkan. Begitulah kita hingga akhirnya. Sesuai vonis kita. Kita hanya akan berubah, jika vonis kita cabut dan mulai mencoba.

Faktanya banyak pengusaha sukses yang mereka bukan anak pengusaha, tidak punya modal sama sekali, tidak mengenyam pendidikan tinggi, bahkan ada yang memulai bisnis dan sukses di masa pensiun.

Berani Bermimpi

Apakah anda percaya adanya surga? Tentu. Apa jadinya jika anda tidak percaya ada surga? Kita tidak bisa masuk surga tentunya. Begitu pun dengan bisnis. Apakah anda percaya anda bisa kaya? Jika anda percaya, satu kunci sudah anda raih untuk kaya, yakni keyakinan. Apakah mungkin sesuatu yang anda tidak yakini akan anda dapatkan?