Tuesday, October 28, 2014

Mencintaimu Adalah Keputusanku

Cinta......ia bukanlah kata yang sederhana dan bukan pula ungkapan basa-basi yang tiada arti. Cinta adalah kata kunci dari kesetiaan, keharmonisan, keakraban dan kebersamaan. Juga terkandung didalamnya semua fenomena keindahan dan kesejukan hidup yang menjadikan manusia hidup penuh gairah dalam kebahagiaan. Bahkan ada yang mengatakan bahwa cinta adalah kehidupan itu sendiri.

Saya bukanlah pujangga cinta yang bisa meliuk-liuk dengan ungkapan penuh rajutan romantisme. Saya hanya berusaha menjadi manusia normal yang butuh cinta dan mencintai, maka saya hanya bisa mengatakan, “Jika keputusan sudah diambil untuk mencintai seseorang maka tidak ada jalan kembali. Jalani dan serahkan pada Zat yang Maha Hidup, Allah SWT.”

Monday, October 27, 2014

Tetaplah Optimis Meski Belum Memiliki Keturunan

Menjalani keluarga ketika belum memiliki keturunan bukanlah perkara mudah tapi juga tidak terlalu sulit kalau dijalani dengan syarat masing-masing pasangan bisa saling memahami dan memiliki optimisme yang sama. Kenapa saya bisa bilang seperti itu? Karena saya pernah mengalaminya selama delapan tahun menjalani keluarga tanpa hadirnya seorang anak. Alhamdulillah setelah itu Allah kasih anak yang lucu dan sehat insyaallah.

Saya dulu pernah punya tetangga yang asyik-asyik saja sampai usia tua bahkan sampai meninggalnya tidak ada anak kandung di sisinya. Ada yang baik-baik saja menjalani hidupnya sampai akhirnya Allah hadirkan keturunan baginya, ada yang menunggu tiga tahun, ada yang delapan tahun, ada yang empat belas tahun dan bahkan ada dua puluhan tahun. Tapi memang ada yang tidak kuat dengan tekanan yang dialaminya. 

Thursday, October 23, 2014

Nasehat Hasan Al Bashri Kepada Pemimpin Iraq & Parsi



Beberapa tahun terakhir negeri ini disuguhi para pemimpin yang lahir dari “industri pencitraan” yang bekerja untuk membius rakyat dengan janji-janji yang hanya terucap di lisan dan tertulis di lembar pamflet kampanye. Rakyat dibuat tak berdaya dan tidak bisa menuntut apapun jika janji-janji para pemimpin yang dipilihnya tidak dilaksanakan.

Terus terang kita semua merindukan pemimpin adil yang mau berjuang melayani rakyatnya dengan sepenuh hati, tidak takut pada pemimpin partai, tidak takut pada cukong, tidak takut pada KPK karena dia hanya takut pada Allah SWT. Hari-harinya disbukkan dengan melayani rakyatnya tanpa protokoler karenanya tidak sempat menumpuk harta untuk dirinya, keluarganya dan kelompoknya. Kita merindukan pemimpin seperti halnya Nabi Muhammad SAW yang memimpin wilayah yang luas tapi hidupnya sederhana. Yah memang itu kondisi ideal tapi janganlah mengecilkan harapan aan hadirnya pemimpin seperti itu.

Tuesday, October 21, 2014

Manfaat Pelukan Bagi Anak-Anak Kita

Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid RA, dia berkata, "Rasulullah SAW. Menggendongku dan mendudukkanku di atas pahanya, lalu mendudukkan Hasan di pahanya yang lain. Kemudian beliau MEMELUK kami berdua, lalu bersabda, "Ya Allah, sayangilah keduanya karena aku pun menyayanginya." (H.R. Bukhari)

Sudah berapa kali anda memeluk anak-anak anda hari ini? Kalau belum maka segeralah pulang dan peluklah anak-anak kita dengan pelukan kasih sayang dan bisikkan, “Ayah sayang padamu” ditambah dengan do’a-do’a yang memberikan efek positif pada anak seperti do’a Rasulullah SAW pada cucunya, “Ya Allah, sayangilah anakku ini karena aku pun menyayanginya”. Terasa beban pekerjaan yang menggunung hilang seketika berganti dengan curahan kebahagiaan yang tiada tara.

Monday, October 20, 2014

Tips Memulai & Mengajarkan “Toilet Training” Untuk Balita

Saya seringkali melihat para orang tua memperlakukan anak-anak mereka buang air kecil dan buang air besar di tempat terbuka alias di tempat yang tidak semestinya. Terus terang saya miris melihatnya bagaimana mungkin untuk urusan bersuci (thaharah) dan membuka aurat di tempat terbuka dipandang sebelah mata. Bisa jadi memang ketidaktahuan tapi bisa juga karena ingin ambil mudahnya saja. Saya jadi teringat akan sebuh hadist yang menyampaikan bahwa gara-gara urusan buang air kecil saja bisa menyebabkan orang tersebut terkena siksa kubur.

Ibnu Abbas r.a. berkata : Nabi SAW. berjalan melalui dua kubur, lalu beliau bersabda : “Sesungguhnya kedua orang dalam kubur ini sedang disiksa, dan keduanya tidak disiksa karena suatu dosa yang besar. Adapun yang satu maka tidak menyelesaikan (tuntas) jika kencing. Sedang yang kedua, dia biasa mengadu domba (namimah)”. Kemudian Nabi SAW. mengambil dahan pohon yang masih basah dan membelah dua lalu menancapkan pada tiap kubur satu potongan dahan itu. Sahabat bertanya, “Mengapa engkau berbuat itu?”. Jawab Nabi SAW. “Semoga Allah meringankan keduanya selama dahan itu belum kering”. (HR. Bukhari, Muslim)