Monday, November 26, 2007

Are You Profesional : Menuju Sukses Kuliah

Waktu diskusi dengan teman-teman Unair, saya mengawalinya dengan pertanyaan-pertanyaan : siapa yang finish terlebih dahulu, berapa jumlah pemain yang bisa finish, apa yang dirasakan oleh pemain yang tidak bisa finish/finish pada urutan belakang, apa yang diperoleh dengan prestasi yang telah dicapai.
Pertanyaan tadi adalah kalimat tanya ”retoris”, yang tidak membutuhkan jawanban memang tapi membutuhkan perenungan yang mendalam akan tujuan hidup yang ingin kita gariskan. Supaya diri kita bisa melesat seperti lepasnya anak panah dari busur untuk menggapai ”asa” kita maka kita harus bisa merenungkan sekali lagi akan garis hidup yang ingin kita capai. Setinggi apapun tujuan hidup itu dan sebesar apapun pengorbanan yang siap kita tanggung.
Saya jadi teringat sebuah film dari Iran yang berjudul ”Children Of Heaven” yang menceritakan kisah hidup sebuah keluarga yang tidak berkecukupan tapi memiliki dedikasi yang tinggi dalam pendidikan anaknya. Bagiamana kita lihat perjuangan adik-kakak yang menjalani rutinitas sekolahnya dengan hanya satu sepatu yang dipakai secara bergantian. Dan sang kakak ingin mengikuti perlombaan lari marathon dan hanya ingin juara 3 karena hadiahnya adalah sepasang sepatu. Tapi justru inilah yang memberikan spirit sampai akhirnya sang kakak ini bisa finish sempurna sebagai juara pertama.
Tiga Sektor
Paling tidak ada tiga sektor kehidupan yang bisa dimasuki setelah keluar kampus, yaitu sektor privat, sektor publik dan sektor ketiga.
Sektor Privat, merupakan sektor yang berhubungan dengan kekuatan ekonomi dan profesi. Kekuatan ini secara langsung sangat berpengaruh terhadap kekuatan politik dalam perumusan kebijakan publik. Di sektor ini orientasinya adalah profit dengan karakteristik berkaitan dengan fungsi ekonomi, fungsi investasi dan promosi kemandirian. Contoh di sektor ini adalah : BUMN/BUMD, Swasta/Entrepreneur, Koperasi.
Sektor Publik, adalah sektor yang strategis dalam mempengaruhi, memutuskan atau menerjemahkan kebijakan publik. Motifnya adalah nonprofit dengan karakteristis mengelola kebijakan, regulasi, mendorong persamaan, mencegah eksploitasi dan mendorong kohesi sosial. Contoh di sektor ini adalah : Legislatif, Eksekutif & Yudikatif.
Sektor Ketiga, Merupakan Lembaga Nirlaba, Lembaga Swadaya Masyarakat diluar dua sektor di atas yang berfungsi mengoptimalkan potensi masyarakat, peningkatan taraf hidup. Pengelolaan yang serius dengan memberikan perhatian dan waktu yang cukup menjadi kunci bagi suksesnya LSM dalam memunculkan tokoh dan mempengaruhi kebijakan publik.
Parameter Sukses Bagi Mahasiswa
IPK, apakah mendapatkan IPK yang tinggi menjadi sesuatu yang penting bagi anda ? Sementara kenyataan di lapangan/dunia kerja/profesi, IPK hanya dijadikan sebagai tolok ukur/alat untuk seleksi administratif dalam proses seleksi calon pegawai di suatu perusahaan. Satandard IPK umumnya yang dibutuhkan suatu perusahaan, untuk teknik minimum berkisar 2.75 / 2.80 sedangkan non teknik minimum 3.00. Standard lainnya dalam seleksi administratif adalah universitas faavorit atau bukan trus ditambah lagi fakultas/jurusannya relevan atau tidak dengan posisi yang akan ditawarkan.
Proses rekruitmen dan seleksi pegawai di suatu perusahaan umumnya memiliki alur sebagai berikut : Seleksi administratif – psikotes – interview – medical test – pegawai percobaan.
Sementara kita juga melihat di dunia bisnis/entrepreneur, biasanya orang yang memilih terjun di dunia bisnis / entrepreneur cenderung tidak terlalu peduli dengan IPK, yang penting bisa menjalankan bisnis dan mendapatkan profit yang besar dan juga berkah. Contohnya banyak sekali, lihat saja om Bill Gates, Thomas Alfa Edison, Mas Hendy Setiyono (Kebab Turki Baba Rafi). Makanya sering ada ”joke” seperti ini :
IPK tinggi (cumlaude), untuk para pemikir IPK sedang (memuaskan), untuk para profesional / leader IPK rendah, untuk para pemilik modal (owner)
Modal Sukses Bagi Mahasiswa
Selain persyaratan yang sifatnya ”administratif” seperti diatas, masih banyak indikator lain yang perlu dimiliki, yaitu : kemampuan komunikasi, pengalaman organisasi selama di kampus, kemampuan networking dan wawasan yang luas tentang dunia di ”luar” kampus.
Globalisasi menuntut kita untuk bisa berkomunikasi dalam jangkauan dunia yang sangat luas dan hampir tak berbatas. Penguasaan akan bahasa asing/internasional adalah kebutuhan mendesak bagi bangsa indonesia disamping juga cara/teknik berkomunikasi itu sendiri yang menyangkut komunikasi verbal, vokal maupun visual. Terlepasnya pulau ambalat, lagu ”rasa sayange” yang dipakai promosi wisata Malaysia misalnya adalah karena buruknya komunikasi bangsa ini.
Pengalaman selama di kampus juga memberi nilai tersendiri baik itu yang berhubungan dengan akademik maupun non akademik. Katakanlah seperti menjadi asisten dosen/laboratorium, pengurus organisasi kemahasiswaan seperti Senat Mahasiswa, BEM, Himpunan Mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa akan memberi warna yang berbeda bagi mahasiswa.
Yang tak kalah pentingnya dan ini sering dilupakan adalah ”networking” baik itu internal maupun external kampus. Berdasarkan pengalaman, dalam dunia mahasiswa sangat disayangkan kalau kita tidak memiliki ”networking” yang luas atau dalam bahasa lainnya gak ”gaul” gitu. Menjadi mahasiswa adalah peluang bertemu dengan orang-orang hebat dan sukses dibidangnya masing-masing. Karena aktif di organisasi, saya akhirnya bisa bertemu dengan orang hebat di negeri ini disamping juga bisa berkelana ke belahan bumi yang lain.
Wawasan adalah modal yang tak kalah pentingnya, jadi sangat aneh bin ajaib kalau sebagai mahasiswa, ”kuper” dalam hal yang satu ini. Fasilitas internet di kampus sangat mudah dan tak berbiaya, seminar-seminar di kampus juga bejibun jumlahnya tinggal atur jadwal saja kita mau ikut yang mana, selain dapat makan gratis juga sebagai pertimbangan he..he..hitung-hitung ”ngirit” uang saku.
Terakhir, saya merekomendasikan bagi mahasiswa/calon mahasiswa untuk membaca bukunya Dr. Daniel M. Rosyid yang berjudul ”Sukses Kuliah Di Perguruan Tinggi, Siapa Takut ?”. Saya dulu pernah diberi Pak Daniel Softcopynya sebelum buku ini naik cetak, beberapa kali juga sempat diseminarkan di ITS. Buku itu menceritakan bahwa ”kuliah” adalah ”proyek” yang membutuhkan perencanaan dan strategi untuk menggapai sukses.
Catatan Penting :
Trimakasih kepada salah seorang senior staf HRD PT. Indosat, Direktur Rumah Sakit Wiyung Sejahtera, Salah seorang pejabat publik dan Pak Daniel M. Rosyid serta rekan-rekan entrepreneur atas diskusinya selama ini.

Friday, November 23, 2007

Sharing Dengan Mahasiswa

Pekan ini, ada dua kampus yang harus saya kunjungi untuk memenuhi undangan organisasi kemahasiswaan dalam rangka pelatihan mahasiswa.
Yang pertama adalah Sabtu kemarin saya bertandang ke almamater Kampus ITS, untuk memberikan sharing di acara PSI 2 (Program Studi Islam 2) yaitu pelatihan yang diperuntukkan bagi calon middle manager di JMMI (Jama’ah Masjid Manarul ‘Ilmi) ITS Surabaya.
Ada pemandangan yang berbeda ketika saya mulai memasuki area kampus ITS terutama disekitar rektorat dan perpustakaan (tempat acara PSI 2 berlangsung). Tidak biasanya hari libur, mahasiswa mau bersusah payah ke kampus, tapi siang itu terlihat kelompok-kelompok mahasiswa dengan ditemani notebook-nya masing-masing. Ya wajar saja, ITS sudah menyediakan hotspot di beberapa titik di area kampus, sehingga mahasiswa begitu keranjingan untuk datang ke kampus menikmati fasilitas internet tadi.
Kembali ke PSI 2, saya diminta menyampaikan materi dengan tema Manajemen Organisasi & Optimalisasi Peran Mahasiswa di Kampus. Bicara tema ini, erat kaitannya dengan seni bagaimana mengelola diri dan organisasi. Ilmunya sudah banyak bertebaran di muka bumi baik dari zaman bahauela sampai era modern ini, tinggal bagaimana masing-masing personal mengembangkan sesuai dengan tujuan hidupnya, background pendidikannya dll.
Yang kedua, Ahadnya saya diundang oleh salah satu organisasi kemahasiswaan di Unair Surabaya untuk memberikan sharing dalam acara Pelatihan Pasca Kampus di Gedung Mahasiswa Rumah Sakit dr. Soetomo. Acara ini diikuti oleh mahasiswa angkatan 2005 ke atas dan jumlahnya berkisar 50-an mahasiswa.
Berbeda dengan di ITS yang membicarakan dimensi (focus) saat ini, di Unair saya diminta bicara dalam dimensi masa depan, yaitu bagimana mahasiswa merencanakan masa depannya gitu lho.
Saya diberi kesempatan di sessi kedua dengan materi diskusi bagaimana memasuki dunia kerja & professional didalamnya. Bersama, saya dipanel dengan salah seorang pengusaha muda, namanya Soni Sulaksono, yang membahas dunia entrepreneur dan pernak-perniknya.
Dia adalah mahasiswa STIKOM yang akhirnya OD (Out Dewe) disamping juga studi di Kedokteran Hewan Unair, itupun tidak diselesaikannya gara-gara debat dengan dosen pembimbing skripsi dan Dekannnya soal judul skripsi. Dia bersikeras dengan judul skripsinya yang mengupas kedokteran hewan dari segi bisnis.
Soni, begitu saya biasa menyapanya pernah dalam kebersamaan ketika menjadi salah satu staf saya di salah satu organisasi kepemudaan tingkat jawa timur beberapa tahun yang lalu. Dan sejak saya mengenalnya saat itu dia sudah bergelut dengan dunia entrepreneur bahkan tunggangannya sudah roda empat yang didapatkan dari hasil bisnisnya.
Sebelumnya sesi pertama menghadirkan Dr. dr. Eko Budi Khundori, salah seorang dosen di fakultas kedokteran Unair dan dulu saya pernah bersama juga dengan orang hebat ini dalam organisasi sosial yang lainnya. Beliau dipanel dengan calon kandidat doktor yang juga dosen ekonomi unair, wah saya lupa namanya belum sempat kenalan he..he...Sesi pertama ini banyak membahas bagaimana menjadi akademisi dan peluang sekolah di luar negeri dan liku-likunya.
Karena saya tidak hadir di sessi pertama, maka saya tidak bisa menceritakannya, selanjutnya saya akan coba bahas lagi apa yang saya sampaikan dan cerita seru dari mahasiswa OD yang jadi pengusaha muda sukses itu.

Friday, November 16, 2007

Mangkuk Cantik, Madu dan Sehelai Rambut

Rasulullah saw. dengan sahabat-sahabatnya seperti Abu Bakar r.a, Umar r.a, Utsman r.a, bertamu kerumah Ali ra. Di rumah Ali ra, Istrinya Sayyidatina Fathimah r.a, putri Rasulullah saw menghidangkan untuk mereka madu yang diletakan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut terikut kedalamnya.
Baginda Rasulullah saw. kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut, mangkuk yang cantik, madu dan sehelai rambut.
Abubakar r.a. berkata: ”Iman itu lebih cantik dari pada mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman lebih susah dari meniti sehelai rambut”.
Umar r.a berkata: ”Kerajaan itu lebih cantik dari pada mangkuk yang cantik ini, seorang raja lebih Manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Utsma r.a berkata: ”Ilmu itu lebih cantik dari pada mangkuk yang cantik ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu ini, dan beramal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Ali r.a berkata: ”Tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang kerumahnya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Fatimah r.a berkata: ”Seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita yang berpurdah (menutup wajahnya) itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seoarang wanita yang tak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Rasulullah saw. Berkata : ”Seorang yang mendapat taufiq untuk beramal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, beramal dengan amal baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat amal dengan ikhlas adalah lebih susah dari meniti sehelai rambut”.
Malaikat Jibril A.S berkata :”Menegakan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik, menyerahkan diri, harta, dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut.”
Allah SWT berfirman : ”Surga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat surga-Ku itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju surga-Ku adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Catatan Penting :
Ditengah tumpukan arsip yang menggunung kutemukan secarik kertas yang sarat hikmah ini ”mangkuk cantik, madu dan sehelai rambut”. Semoga bermanfaat
Dari setiap orang yang kutemui, pasti ada ilmu dan hikmah yang bisa diambil bahkan juga ada peluang lain yang tidak pernah kita sangka-sangka sebelumnya. Makanya tidak salah Rasulullah mengabadikan dalam hadistnya tentang pentingnya silaturrahim : memperpanjang umur dan menambah rizqi.

Monday, November 12, 2007

Sukses Itu PILIHAN

Seorang sahabat Rasulullah saw yang bernama Abu Huroiroh yang terkenal sebagai perawi hadist itu memang tergolong sebagai Ahlu Suffah, yaitu Sahabat Rasulullah saw. yang miskin dan tidak memiliki rumah, bertimpat tinggal di Suffah (tempat berteduh, masjid). Di sini mereka mendapat pendidikan tentang Islam dan mengamalkannya.
Jadi, ”miskin” mereka itu karena PILIHAN dan bukan karena tidak memiliki ketrampilan dalam mencari uang seperti peran ASRUL dalam sinetron ramadhan PPT (Para Pencari Tuhan) yang merupakan karya terbaik yang ditampilkan televisi sepanjang bulan ramadhan kemarin yang menemani sahur kita. Abu Huroiroh misalnya, dia selalu mengikuti kemanapun Rasulullah saw pergi untuk membukukan hadist, makanya tidak heran kalau kita banyak melihat hadist yang diriwayatkan Abu Huroiiroh.
Sementara ada sahabat lain yang KAYA secara finansial, sebut saja Ustman Bin Affan, Abu Bakar Ash Shidiq, Umar Bin Khottob, Abdurrahman Bin Auf, dll. Seperti yang saya kisahkan dalam tulisan terdahulu tentang Abdurrahman Bin Auf, bagaimana sahabat-sahabat ini memiliki naluri entrepreneur yang luar biasa dan bisa dikatakan “uang” yang mengejar mereka. Hal ini seperti perkataan abdurrahman Bin Auf yang berbunyi :
“Saya tidak mengangkat batu, kecuali dibawahnya ada emas dan perak”
Tapi jangan salah, mereka menaruh harta hanya sebatas di tangan dan bukan di hati, seperti yang diungkapkan Umar Bin Khottob. Jadi berinfak bagi mereka adalah suatu hobi yang takkan tergantikan. Lihat kisah Ustman Bin Affan dalam postingan saya sebelum ini dan juga kisah berlomba-lombanya para sahabat dalam menginfakkan hartanya di perang tabuk yang diabadikan dalam sebuah riwayat.
Akhirnya, Umar mengakui kehebatan Abu Bakar dalam hal beramal dan mengatakan sampai kapanpun saya tidak dapat menandingi prestasi ibadah Abu Bakar. Karena Abu Bakar menginfakkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Allah & Rasul-nya untuk keluarganya, sementara Umar menginfakkan separuh hartanya, Nah Lho.
Sekarang mari kita tengok kisah shalafus sholih setelah generasi sahabat yang juga tak kalah hebatnya dalam memaknai sukses.
Konon Imam Abu hanifah, selain sebagai imam mahdzab yang faqih dalam agama adalah seorang entrepreneur yang sangat berdaya. Abu Hanifah mengawali aktifitas entrepreneurnya dengan berjualan roti di pasar sampai pada akhirnya memiliki jasa keuangan (Khilafah & Kerajaan).
Dan karena saking mandirinya, beliau menjadi da’i yang sangat merdeka termasuk bisa menegur Khalifah pada saat itu untuk kembali kepada kebenaran. Sampai pada akhirnya beliau diminta menjadi Qodhi (=hakim) di Kekhilafahan dan beliau menolaknya dengan tegas. Karena pada masa itu, Qodhi di Kekhilafahan sama halnya sebagai tukang stempel saja, sama nggak ya dengan negeri kita saat ini ?
Menurut Imam Abu Hanifah, da’i harus berdaya dan memberdayakan. Dengan kepandaiannya, beliau mendedikasikan dirinya untuk mengajarkan islam kepada semua kalangan. Dan dengan bisnisnya yang luar biasa besarnya itu, beliau juga bisa memberikan beasiswa kepada seluruh murid-muridnya bahkan sampai keluar negeri dengan biaya penuh darinya.
Dan jangan ditanya, assetnya kalau dikurskan denagan nilai sekarang mencapai 1.7 trilliun, lebis besar dari dana rakyat indonesia yang dibawa lari edi tansil dulu. edi tansil, tanya keumana..?
Jadi, jangan terlalu lama membuat pilihan. Semakin lama membuat pilihan semakin lama pula sukses akan menemui kita. Segera tentukan PILIHAN SUKSES kita, sebagai apa, kemana arah tujuan hidup kita...dst.....
Arai, dalam tokoh ”Sang Pemimpi” nya Mas Andrea Hirata sering mengatakan :
“Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu”

Friday, November 09, 2007

Berdo’a Di Multazam

Kalau kita mau SUKSES, maka kita harus segera “MENULIS” apapun yang menjadi keinginan kita didalam dokumen “DREAMBOOK” kita. Selanjutnya inilah yang akan kita komunikasikan kepada Allah SWT dengan penuh “POSITIVE FEELLING”.
Apalagi kalau kita berdo’a secara khusus di Multazam, dimana menurut banyak riwayat, do’a yang dilakukan disana insyaallah mustajabah (dikabulkan). Kata Pak Subchan lagi, kita harus memiliki daftar do’a yang kita panjatkan di Multazam kemudian kita pulang ke tanah air dan kita beri tanda do’a apa saja yang sudah terkabulkan.
Pertengahan tahun ini, beliau berkesempatan menunaikan ibadah umroh dan membuktikan apa yang dinasehatkan ustadz kepadanya terkait keutamaan do’a di multazam. Dan beberapa bulan setelah umroh, beliau sangat takjub, SUBHANALLAH, karena hampir 70 % do’a yang dipanjatkan di Multazam sudah terkabul. Sekali lagi, Allah Maha Mendengar, Allah Maha Mengabulkan do’a hamba-Nya dan Allah tergantung dengan prasangka hamba-Nya.
Ada cerita yang sangat menarik terkai dengan Do’a di Multazam ini. Disebutkan ada seorang buruh yang berdo’a disana, kemudian ada perempuan Lebanon yang mempesona kecantikannya berjalan disampingnya. Kata K.H. Hasyim Muzadi, pengemisnya orang Lebanon saja memiliki kecantikan yang elok dipandang mata.
Sambil menuding wanita Lebanon, buruh tadi menggumankan do’a : “Ya Allah, jadikanlah dia istriku.....” Merasa dihina barangkali karena dituding-tuding, wanita tadi juga memanjatkan do’a : “Ya Allah, patahkan telunjuk orang yang menuding-nudingku itu...”
Setelah masing-masing pulang dari ibadah haji, mereka kembali aktif dengan kegiatannya. Seorang buruh kembali melaksanakan rutinitas kerjanya dan tiba-tiba tangannya tercium gergaji dan patahlah telunjuknya. Wanita Lebanon itu juga kembali ke keluarganya dan tiba-tiba secara tidak sadar suaminya mengeluarkan talak. Setelah sadar dengan yang diucapkan, suaminya minta maaf karena istrinya adalah wanita yang tiada bandingannya.
Menurut islam, kalau talak sudah terucapkan dan kalau mau rujuk lagi harus nikah dengan orang lain dulu. Akhirnya dicarilah orang yang mau nikah secara “sementara” dengan wanita tadi. Siapakah gerangan orangnya, Seorang Buruh yang berdo’a di multazam tadi.......
Jadi, segera tulis dalam DREAMBOOK kita, kapan kita akan ibadah haji/umroh akan kita laksanakan. Kita panjatkan do’a di Multazam untuk kesejahteraan seluruh rakyat indonesia. Amiin.
Catatan Penting :

Memperkenalkan blog baru busana muslim anak Annida-Islamic Kids Wear, klik saja :
http://annidaku.blogspot.com/

Wednesday, November 07, 2007

Discovery Driven Planning (DDP)

Kebanyakan orang itu memiliki formula dalam mengelola keuangannya adalah : penghasilan - pengeluaran = saving. Padahal seharusnya paling tidak formulanya adalah seperti ini : penghasilan - saving = pengeluaran. Kalau dilihat dua formula tersebut memang ada perbedaan terutama dalam “paradigma” pengelolaan keuangan yang cerdas. Nah, bagaimana dengan anda...?
Sesuai dengan postingan sebelumnya, kita harus memiliki cita-cita kemudian baru kita buat strategi dan yang terpenting adalah perkiraan keuangan yang kita butuhkan untuk memenuhi seluruh cita-cita yang kita rumuskan tadi. Dari sumber mana saja keuangan itu kita dapatkan dan akhirnya usaha apa yang bisa memenuhinya.
Pak Subchan mencontohkan tentang rencana pendidikan bagi keempat anaknya dari mulai lahir sampai dengan minimal sarjana. Beliau menginginkan semua anaknya mendapatkan pendidikan yang baik dan bisa mengenyam kuliah di luar negeri. Saat ini anak-anaknya masih sekolah di SD Al Hikmah Surabaya.
Berikutnya beliau lakukan perencanaan keuangan, berapa dana yang dibutuhkan tiap tahunnya tentunya dengan memperhatikan tingkat inflasi. Selanjutnya baru menentukan usaha apa atau sumber keuangan mana untuk memenuhi kebutuhan tadi, serta berapa dana yang ditabung setiap bulannya.
Nah, itu adalah contoh sederhana dari konsep Discovery Driven Planning (DDP). Metode perencanaan ini diperkenalkan oleh Rita Gunther McGrath dari Columbia Business School dan Ian C. MacMillan dari Wharton Business School. Berbeda dengan pemakaian metode perencanaan konvensional yang memulai perhitungan dari modal, pemasukan, dan pengeluaran untuk menghitung laba.
Perencanaan dengan metode DDP memulai perencanaan dari laba terlebih dahulu. Jadi, pertama-tama kita tentukan dulu laba yang hendak kita peroleh melalui usaha baru ini. Setelah itu barulah kita bergerak mundur dengan menentukan nilai parameter-parameter lain yang harus dipenuhi untuk mencapai laba tersebut.
Untuk memahami konsep ini lebih lanjut, anda bisa mempelajarinya melalui artikel berikut ini. Nah, kalau pengin jadi pakar anda bisa belajar banyak dari literatur berikut ini.

Tuesday, November 06, 2007

Road To Success : From Zero To Hero

Untuk kesekian kalinya saya bisa bertemu lagi dengan seseorang yang luar biasa. Namanya Ahmad Subchan, beliau saat ini selain menjalankan rutinitas bisnis yang dilakoninya sejak lulus kuliah dulu juga sebagai anggota DRPD Propinsi Jawa Timur.
Beliau sekarang berada di Komisi C yang membidangi masalah keuangan dan pernah belajar Financial Planning di UK Petra Surabaya dalam rangka studi Masternya.
Ada tiga hal yang disampaikan dalam kesempatan pertemuan kemarin, yaitu : tentang cita-cita, paradigma berfikir dan perencanaan & strategi.
Lihatlah Cita-Citanya
Pak Subchan pernah menjumpai seorang nenek-nenek yang berprofesi menjual kacang goreng di alun-alun kota Malang. Yang menjadi menarik, nenek ini memiliki cita-cita yang sangat dahsyat, yaitu ingin “NAIK HAJI”. Dilihat dari profesi & kondisinya saat itu tidak mungkin rasanya nenek ini bisa mewujudkan cita-citanya, bahkan anak & saudaranya ikut andil dalam mengolok-olok cita-cita mulia sang nenek tadi.
Tapi nenek ini bukannya patah arang, malah dia sangat kokoh dalam memegang cita-citanya, baginya dia memiliki Tuhan Yang Maha Kaya dan cukuplah dia meminta kepada-Nya. Dan tidak cukup disitu karena dia melakukan strategi yang cukup unik sebagai manifestasi besarnya keinginannya. Setiap ada orang yang membeli kacangnya, sang nenek tidak lupa untuk minta dido’akan supaya bisa naik haji, dan ini dilakukan berulang-ulang setiap melayani pembelinya.
Suatu hari ada orang kaya yang membeli kacangnya, seperti biasanya sang nenek tak lupa minta dido’akan. Dan dari sinilah akhirnya sang nenek bisa mewujudkan impiannya karena bertemu orang yang tepat yang bisa membantunya untuk naik haji. Allahu Akbar.
Cerita di atas adalah contoh bagaimana cita-cita dibuat dengan penuh keyakinan dan akhirnya berbuah kemenangan. Bagaimana mungkin kita bisa sukses kalau kita masih malu-malu menyebut & menuliskan cita-cita kita. Menurut seorang filsuf termahsyur, ”Allah itu menciptakan dua macam kesuksesan, yaitu dicita-citanya dan dikenyataannya.” Jadi, kalau kita tidak memancangkan cita-cita maka jangan harap akan dapat kenyataannya.
Tentang Paradigma Berfikir
”Kemiskinan itu lebih dekat kepada kekufuran”
”Seandainya kemiskinan itu berupa makhluq, maka akan aku penggal” (Ali Bin Abi Tholib)
Kita banyak menjumpai ungkapan-ungkapan seperti diatas dan kita harus mampu menangkap sinyal dan memahaminya secara benar. Misalnya ada ungkapan lagi yang sering kita dengar : ”kekayaan itu tidak menjamin kebahagiaan”. Nah kalau kita salah mengartikannya maka akan lain yang kita tangkap dalam hati kita, makanya oleh beliau ditambahi menjadi : ”kekayaan itu tidak menjamin kebahagiaan, apalagi kemiskinan.” he..he..
Ustman Bin Affan, dulu pernah tidur beralaskan emas. Bukannya sombong, tetapi marilah kita lihat dengan perspektif yang benar. Ustman Bin Afan bukanlah orang pelit, dia terkenal sangat dermawan dan bahkan disebut Bapak Zuhud karena kesederhanannya.
Dialah yang berjasa membeli sumur dari orang Yahudi yang memonopoli air di Madinah untuk kepentingan ummat. Juga pernah memberikan seluruh kafilah dagangnya yang baru datang dari Syam untuk fakir dan miskin dari kaum Muslimin. Padahal begitu banyak pedagang yang menawar barang tersebut dengan bayaran lima kali lipat keuntungan, karena pada saat itu barang-barang tersebut sedang sangat dibutuhkan. Hal ini terjadi di masa kekhilafahan Abu Bakar ra.
Pernah dalam suatu kesempatan seminarnya, Sri Bintang Pamungkas menyampaikan : ”Gimana kalau kita fikirkan kita akan hancurkan pancasila”. Seluruh hadirin heboh, dan Sri Bintang dengan entengnya berkata : ”berfikir saja koq tidak boleh......”
Perencanaan & Strategi
Beliau sekali lagi menyampaikan tentang bagimana orang sukses mewujudkan cita-citanya. Ada tiga aktifitas untuk orang yang ingin sukses :
  1. Merasakan dan menginginkan kesuksesan dalam hati
  2. Memikirkan bagaimana cita-cita itu bisa diwujudkan dengan strategi yang brillian
  3. Melakukan apa yang sudah dicita-citakan dan direncanakan dengan penuh antusias

Catatan Penting :
Memperkenalkan produk tas (backpack) laptop keren dari jerman, klik saja : DISINI

Friday, November 02, 2007

“Belajar” dan “Mulai-Bisnis” dari Annida

Seminggu selepas hari Raya Idul Fitri kemarin tiba-tiba ada nada SMS berdering di ponsel istri saya dari seseorang yang tidak kami kenal. Saat itu kami sedang menikmati masa liburan dan sekaligus menghadiri pertemuan keluarga dari istri di suatu villa keluarga di Songgoriti Batu yang sangat asri itu. Yang kira-kira bunyi SMS itu seperti ini :
“Bu, saya berminat menjadi agen annida di Sangatta, Mohon informasi lebih lanjut…..”
Jelas, kami sangat kaget karena ada orang yang tiba-tiba tertarik untuk menjadi agen annida seminggu setelah bisnis garmen mengalami panen-panennya. Apalagi menurut teman-teman yang sudah lama bergerak di bisinis garmen, setelah hari raya pasar mulai “sepi”, dan akan mulai ramai lagi di bulan januari kemudian maret-april sampai puasa dan menjelang lebaran. Sehingga aktifitas yang cocok untuk pelaku bisnis garmen adalah seperti postingan Pak Roni, “Mengasah Gergaji Di Manet”.
Terus terang, kami adalah “pemula” di bisnis garmen ini, sehingga kami banyak belajar dari apa yang kami lakukan dan kami alami sepanjang waktu menjalankan bisnis ini seperti yang pernah saya sampaikan dalam postingan yang lalu, “Bisnis Itu Mudah & Menyenangkan”.
ALHAMDULILLAH, meskipun masih di bulan syawal (oktober), order sudah mulai berdatangan lagi. Dimana saat ini, kami juga sedang melakukan penjajagan dengan seseorang dari luar negeri yang tertarik dengan produk Annida, dan konon akan datang ke Surabaya, insyaallah.
Oh iya, yang membuat saya sangat “senang” dengan bisnis ini adalah bahwa apa yang kami lakukan bukan saja hanya bisnis semata tapi juga memperkenalkan sejak dini “busana muslim” pada anak-anak. Bisa kita bayangkan betapa bahagianya kita sebagai orang tua kalau anak-anak kita bisa tampil dengan cantik/annggun dan juga syar’i. Dan karenanya kami sangat bersyukur atas apa yang kami lakukan saat ini.
Sukses, tinggal menunggu waktu, insyaallah. Seperti yang diungkapkan Mr. Donald Trump dalam salah satu bukunya yang berjudul “Trump-Bagaimana Menjadi lebih Kaya”, bahwa “motoku adalah belajar dari masa lalu, fokus pada saat ini dan memimpikan masa depan”.
Saya sudah belajar bisnis garmen, meskipun baru “seumur jagung” kata orang, tapi telah memberikan pelajaran yang luar biasa banyaknya. Paling tidak ini menjadi “modal” untuk melanjutkan perjuangan lagi, disamping juga harus belajar banyak dari para begawan yang mumpuni di bidang ini. Bisa saja belajar kepada Pak Roni-Manet, Pak Hadi-Raja Selimut & Robbani, Bu Doris, Pak Abduh-Raja Batik, Pak Ryad dll.
Untuk “fokus”, saya insyaallah sangat mencintai dengan apa yang kami lakukan saat ini. Karena saya ingin anak-anak muslim sejak dini mencintai syari’at-Nya, dengan tampil anggun dan menawan dengan busana muslim kebanggaannya tentu saja. Kata Mr. Trump lagi : “untungnya, saya melakukan setiap transaksi bisnis karena menyukainya. saya tidak melakukannya demi uang, uang kelihatannya mengalir saja.”
Nah, terkait dengan “mimpi masa depan”, tidak cukup rasanya kalau disampaikan disini he…he… Yang jelas, saya sudah menyampaikan salah satunya di atas. Dalam hal ini, Karya Mas Andrea Hirata dalam “Laskar Pelangi” dan “Sang Pemimpi” memberikan inspirasi yang besar. Semoga kedepan bisa saya sampaikan, sehingga kami memiliki modal yang cukup untuk segera me”REAL”isasikannya. Amiin.
Catatan Penting :
Alhamdulillah di bisnis yang lain pekan depan, proyek interior dibawah bendera “EXIST-bangun nusantara” akan serah terima pekerjaan dengan ownernya. Trimakasih kepada seluruh tim yang bekerja bahkan sampai meninggalkan keluarganya, kepada para investor atas keikhlasannya membantu proyek ini serta kepada owner yang tidak sungkan-sungkan untuk terus menerus memberikan proyeknya pada kami.